Sedekah adalah harta kita yang sebenarnya Sedekah Sekarang

Cerita Horor Pesantren: Jangan Dikamar Sendirian - Part 1

Cerita horor pesantren ini adalah kisah nyata pengalaman saya ketika berada di salah satu asrama sewaktu mondok dulu.
Cerita Horor Pesantren: Jangan Dikamar Sendirian - Part 1

Supaya lebih menghayati Cerita Horor Pesantren ini silahkan geser tombol Dark Mode di pojok kanan atas.  

Enjoy reading!

Cerita horor pesantren ini adalah kisah nyata pengalaman saya ketika berada di salah satu asrama sewaktu mondok dulu.

Nama, tempat kami samarkan. Jika ada nama atau tempat yang sama mungkin hanya kebetulan.

Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2010 silam. Ketika itu saya duduk di bangku kelas 3 SMP.

Kejadian bermula ketika beberapa pekan terakhir beberapa santri di asrama kerap mendengar raungan kala kamar sepi.

Raungan misterius di pojok kamar tersebut tak mengenal waktu. Menurut beberapa kesaksian ada yang mendengarnya pagi hari, siang hari bahkan sore atau malam dimana kondisi asrama sedang sepi, maka santri yang sedang didalam kamar tersebut terkadang mendengar suara raungan misterius itu.

Asrama atau kobong ini memang sudah dikenal dengan bangunan yang cukup tua, dari awal berdirinya pondok hingga saat ini masih digunakan untuk tempat tinggal santri.

Bangunan yang sedikit mojok dan lusuh membuat terlihat semakin horor.

Terlebih ada rumor jika dikamar ini dulu pernah ada santri yang meninggal karena keracunan makanan, santri tersebut mengonsumsi makanan basi yang disimpannya di lemari berhari-hari.

Saking horor nya, terkadang jika ada perpindahan kamar, ada santri yang tidak ingin ditempatkan dikamar ini hingga memohon-mohon pada ustadz untuk ditempatkan di gedung lain.

Peraturan tetap peraturan, suka tidak suka, nyaman tidak nyaman harus menerima keputusan perpindahan kamar ini.

Asrama saya yang sebelumnya berada di gedung baru itu kini di pindahkan ke asrama gedung lama. Ya tidak lain tidak bukan adalah gedung legendaris yang banyak kisah mistis nya ini.

Sisi lain dari cerita misteri dari gedung ini, terkadang ada saja oknum santri yang memanfaatkan gedung ini untuk tempat melanggar, seperti merokok, bawa hp sampai ngumpet untuk menghindari kegiatan pondok.

Tidak seperti gedung asrama lainnya, asrama ini memiliki dua pintu, jika asrama pada umumnya pintu kamar berjejer kesamping, sedangkan asrama ini masuk kedalam.

Jadi kamar satu paling depan dan kamar dua masuk kedalam, di kamar dua ini lah terkadang suara raungan misterius ini terdengar.

Kecurigaan ini terjadi saat salah satu teman kami bercerita disela waktu makan siang.

"Eh ente pernah ga sih denger kaya suara gitu.." 

"Suara apaan pik.." tanya ku

"Kaya suara orang dekhem tapi panjang dekheman nya, tapi kurang jelas juga suaranya."  Lanjut opik berusaha menjelaskan

"Eh eh bentar bentar.. kayaknya pernah ada yang cerita juga kaya gini deh di kamar, tapi siapa ya. Kayanya kak Herman deh yang pernah ngobrolin ini juga dikamar." Sambung temanku Andy 

"Apaan sih suara apa, kok ane baru tau." Penasaranku mencoba untuk tau lebih lanjut

"Iya itu juga kalo ga salah ya, jadi waktu itu kak Herman ngobrol dikamar sama temennya, dia juga sempet nanya nanya temennya, akhir-akhir ini semenjak perpindahan kamar, kadang dia suka denger suara kaya orang lagi nge gerem gitu.. ya cuma gitu kata dia suaranya kurang jelas, rada samar-samar gitu." Jelas Andy menceritakan pada kami apa yang dia simak dari obrolan kakak kelasnya di kamar itu

"Hmm.. berarti ane ga salah kan denger suara itu." Yakinkan opik dengan apa yang telah dia alami

"Emang kapan ente pik denger suara nya?" Tanyaku kembali

"Kayaknya kemaren kemaren deh, lupa juga ane sih, kalo ga salah waktu itu abis sholat maghrib, buku ane ketinggalan dikamar, trus abis sholat ane langsung balik lagi ke kamar, waktu itu dikamar ga ada siapa-siapa, horor juga sih. Ya daripada ane di iqob, ane beraniin aja masuk ke kamar, pas ane ngambil buku di lemari, pas mau keluar kamar lagi buka pintu, baru aja suara itu kedenger, dikirain suara speker masjid. Pas ane denger lagi aga kedalem, makin jelas suaranya. Dalem ati, wah fix nih suara dari dalem. Langsung aja ane buru-buru cabut pake sendal balik lagi ke masjid." Panjang lebar opik menjelaskan

"Ah serius ente pik.." 

"Eh bener raj.." Opik berusaha meyakinkan

"Jadi penasaran ane.." Lanjutku

"Eh ya udah ga percaya mah, coba aja denger nanti." Tantang opik padaku

"Ya udah coba nanti ane tanyain lagi kak Herman, apa bener dia juga denger suara kaya gitu." Tanggap ku 

***

Hari berganti hari, kami sempat lupa dengan suara misterius dari ujung kamar itu. Karena sudah tak terdengar lagi kabar kelanjutan dari kejadian tersebut.

Aku meyakinkan jika kejadian itu hanya kebetulan terjadi secara bersamaan saja.

Waktu itu pukul 5 sore..

Para santri sudah berkumpul bersama di masjid, saat itu aku terlambat dan terpaksa terkena hukuman bagian keamanan.

Ketika itu aku baru selesai mandi, belum mengganti pakaian untuk ke masjid, masih menggunakan baju kaos dan training.

Lekas ku menuju kamar dan bergegas mengganti pakaian. Kondisi kamar saat itu sepi dan tak ada seorangpun, karena semuanya sudah berada di masjid.

Kala itu aku tak kepikiran dengan suara aneh yang dialami Opik dan kak Herman.

Dengan santainya aku mengganti pakaian ku dengan sarung dan baju koko.

"Gggrrrrrhhhh..."

Deg

Ga boong nih si opik, ucapku dalam hati.

Belum selesai nya aku mengenakan sarung dan baju, ku gigit sarung dan baju koko ku, langsung pergi keluar kamar dan loncat dari tangga ketinggian 3 meter kira-kira.

Anjrit.. hardik ku dalam hati

Benar ternyata apa yang diceritain si opik

"Hey! Kenapa kamu loncat dari atas, ga takut celaka kamu!" Seseorang meneriakkan ku dari bawah jalan

Ya, ternyata orang itu bagian keamanan yang tadi menghukum ku selepas mandi sore tadi.

"Oh ngga kak, maaf cuma buru-buru he.." Hindar ku agar tak memperpanjang masalah

"Ya udah cepat sana ke masjid!" Lanjut nya

"Iya kak, maaf.."

"Hey! Mana peci mu? Kok ga dipake?!" Tanya lagi bagian keamanan

Aduhh.. geram ku dalam hati

"Ada di masjid kak, udah di bawain temen tadi." Terpaksa aku berbohong

Daripada balik lagi kedalam kamar, ngga deh.

Lekas ku menuju masjid dan mencari Opik dan Andy.

"Dy! Mana Opik?" Teriak ku pada Andy dekat jendela masjid

Kulihat Andy mencolek Opik dalam masjid

"Sini!" Panggilku pada mereka berdua

"Kenapa ente? Dihukum ya!" Tanya Andy

"Iya dy itu mah, tapi bukan itu masalahnya." Jawabku pada Andy

"Sini duduk dulu, ane mau cerita! Tadi kan ane telat, ketauan bagian keamanan, abis mandi di push up dulu, suruh beres ambil sampah. Tapi bukan itu masalahnya. Pas ane ke kamar, dikamar sepi ga ada orang. Lagi santai ganti baju, taunya apa coba?" Jelas ku menjelaskan kronologi nya dari awal supaya mereka memahami nya

"Dihukum lagi? Ketauan keamanan yang lain?" Tanya Andy

"Ente denger suara ngegerem ya dikamar?" Tebak Opik

"Nah itu dia pik!" Timbalku membenarkan tebakan opik

Bersambung..

Posting Komentar