Sedekah adalah harta kita yang sebenarnya Sedekah Sekarang

6 Tips Hidup di Pondok Pesantren

Berikut 6 Tips Hidup di Pondok Pesantren dari pengalaman penulis yang insyaAllah akan lebih menyadarkan dan menambah motivasi.
6 Tips Hidup di Pondok Pesantren

Tips Hidup di Pondok Pesantren

Pondok Pesantren merupakan miniatur kehidupan, segala aspek, budaya dan kultur terdapat didalamnya.

Sebagai santri sepengalaman penulis menyarankan jangan hanya menjadi santri, maksudnya jangan hanya bermukim saja didalamnya, yang penting betah, yang penting lulus.

Karena jika hanya seperti itu, setelah selesainya kelak dari pesantren seperti bangun tidur atau mimpi.

Jika hanya lulus dan bertahan di Pondok, mesjid dan kelas pun bertahan bertahun-tahun di Pondok. Saya menulis Tips Hidup di Pondok Pesantren ini supaya bagi santri yang sedang mondok atau yang akan mondok kelak tidak menyesal setelah lulus/khatam dari Pesantren.

Karena tidak sedikit para alumni yang menyesal setelah khatam dari Pesantren tapi belum bisa apa-apa, dan ingin mengulang kembali belajar di Pesantren.

Berikut beberapa Tips Hidup di Pondok Pesantren


1. Kenali Teman

Ketika kamu telah memutuskan untuk bersekolah atau menjenjang karir pendidikan di dunia pesantren kamu harus menyiapkan segala hal nya agar kelak tak salah kaprah dalam memahami aspek kehidupan santri di Pesantren.

Tips hidup di Pesantren yang pertama adalah memilah milih teman.

"Loh kok? Bukannya di sarankan berteman dengan siapa saja?" Seseorang bertanya.

Ya, berteman dengan siapa saja memang tidak salah, namun tetap harus memiliki batasan. Jika tidak malah kita akan terbawa-bawa jika tak pandai mawas diri.

Ikuti dan dekati mereka yang rajin dalam belajar dan menghafal, mereka yang slalu berprestasi, yang senantiasa memotivasi dan mau membantu.

Karena hal ini sangat berpengaruh kepada atmosfer hidupmu di Pondok. Jika kamu berteman dengan teman yang suka melanggar, maka mau tidak mau kamu pun akan melanggar.

Berbeda  jika kamu berteman dengan mereka yang hobi berbahasa asing atau menghafal Vocabulary atau Mufrodat. Pasti kamu pun akan ahli dalam berbahasa asing.

2. Ikuti Peraturan Pondok

Kata siapa mengikuti setiap kegiatan dan disiplin yang ada di Pondok adalah "so aktif" ?

Nyinyiran seperti itu hanya dilontarkan oleh mereka yang iri karena kamu disiplin dan jarang terkena punishment.

Terkait disiplin, saya jadi teringat pepatah Almarhum Kiyai pada suatu Khutbah dalam acara Kuliah Umum yang bunyinya:

Lambat terhambat
Malas tergilas
Meleng terpelanting
Mundur hancur
Berhenti berarti mati

Jika kita bekerja dengan lambat, maka pasti akan menghambat segalanya. Jika malas akan tergilas oleh waktu dan disiplin. Meleng akan terpelanting oleh keadaan. Mundur berarti siap menerima kehancuran. Dan berhenti? Matilah segalanya.

3. Bersungguh-sungguh

Bersungguh-sungguh berarti terkait dengan mental. Mereka yang memiliki mental dan tekad yang kuat, pasti akan sukses dan berhasil.

Saya memiliki teman yang tekad dan kesungguhan nya dulu di Pondok sangat tinggi.

Banyak teman yang kurang menyukai dengan sikapnya yang terkadang di bilang egois.

Namun karena tekad dan kesungguhan nya itu sama sekali tidak merobohkan niat nya.

"Buat apa sih akhi belajar bahasa, menghafal mutholaah dan balagoh. Toh, orang diluar sana ga bakal nanya, maa hual ilmu balagoh?" Tanya seorang teman

Ya, orang yang sedang bertanya kala itu adalah saya.

Beliau kala itu hanya menjawab: "Akhi, memang diluar sana orang ga bakal nanya definisi grammar atau nahwu, tapi ana sedang usaha belajar bahasa asing."

Pertanyaan nya sangat umum dan biasa dijawab oleh para Ustadz/guru.

Tapi esensi lain yang saya dapatkan adalah Kesungguhan dan Kegigihan.

Semua jawaban beliau terjawab saat ini, ya memang benar orang tidak akan bertanya mahfudzot, ya memang benar orang tidak menanya hafalan Mufrodat.

Tapi berkat kesungguhan dan kegigihan nya, beliau menjadi terbiasa dan mentalnya terlatih.

Hingga saat ini beliau telah menjabat menjadi seorang Abdi Negara di sebuah Kesatuan Tentara Republik Indonesia, luar biasa.

4. Jangan malu berbahasa asing

Jujur saja, hingga saat ini saya masih termakan dari kata-kata, jangan so inglish lah. 

Jika saja saat itu saya pede, saya tidak peduli dengan salah, mungkin saat ini saya tetap seperti ini.

Tidak ada ruginya kita berbahasa asing (Arab dan Inggris). Jangan berbahasa hanya karena takut terkena spy atau punishment tapi berbahasalah dengan penuh kesadaran.

Pesantren menyelamatkan saya dari kedunguan berbahasa

Saya sangat bersyukur, meski saat kecil hidup saya di besarkan bukan di Inggris, tapi saya bisa berbahasa dasar bahasa dunia ini.

Dan Bahasa Arab?

Sesekali sedang mengaji, beberapa ayat Al-Qur'an bisa saya pahami, Alhamdulillah.

5. Pesantren bukan hotel atau restoran

Beberapa santri mengeluhkan menu makanan tidak enak, tempat tinggal yang kurang nyaman dan lain-lain.

Tips Hidup di Pesantren yang terakhir ini adalah Al-Faqir mengingatkan kembali, jika Pesantren bukanlah Alona, hotel.

Juga bukan Rumah Makan Sederhana.

Pondok Pesantren adalah wadah, tempat, sarana untuk berlatih, menggembleng, menyiapkan diri agar di masa depan kelak kita menjadi insan yang terbaik yang di dambakan keluarga dan negara.

6. Istiqamah

Tips Hidup di Pondok Pesantren terakhir adalah istiqamah.

Istiqomah lah dalam hal yang baik, karena Allah lebih menyukai hamba-nya yang ber istiqamah meski hal baik itu sedikit, daripada melakukan hal baik yang besar tapi hanya sementara.

Yang terberat dalam melakukan hal kebaikan ini adalah memang istiqamah, Allahu musta'an

Simpulan

Sebenarnya Tips Hidup di Pondok Pesantren yang saya bagikan ini hanya opini dari saya pribadi.

Masih sangat-sangat banyak lagi tips lainnya, kepada teman dan rekan yang sedang membaca artikel saya ini, silahkan tambahkan tips yang lainnya di kolom komentar dibawah ini agar dari kita saling melengkapi dan mengetahui.

Ballighu anni walau ayah

Wallahu 'alam

Posting Komentar